Desa Astapah berdiri pada tahun 1945. Berdasarkan cerita dari para sesepuh Desa Astapah, bahwa konon nama Astapah Tak lepas dari sejarah Jokotole yang menguasai Pulau Madura, dimana banyak murid dan pengikutnya bertapa untuk meningkatkan kemampuan ilmu kanuragannya. Sehingga desa yang ditempati untuk pertapaannya dinamakan desa asatapah. Desa Astapah terbentuk Pemimpin Desa atau Kepala. Desa Astapah di bagi menjadi 2 Dusun yaitu : Dusun Bajagung dan Dusun Banbaban Desa Astapah merupakan salah satu dari 20 desa di wilayah Kecamatan Omben, yang terletak 7 Km ke arah Selatan dari Kecamatan Omben, Desa Astapah mempunyai luas wilayah seluas 2,73 km². Adapun batas-batas wilayah desa Astapah , Sebelah Utara : Berbatasan dengan Desa Sogiyan , Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Desa Baruh , Sebelah Timur : Berbatasan dengan Desa Madupat dan Sebelah Barat : Berbatasan dengan Desa Karang Nangger.Iklim Desa Astapah, sebagaimana desa-desa lain di wilayah Indonesia mempunyai iklim kemarau dan penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Astapah Kecamatan Omben.
Para Pejabat Kepala Desa Astapah semenjak berdirinya Desa Astapah adalah sebagai berikut:
NO. |
N A M A |
MASA JABATAN |
KETERANGAN |
1 |
RABBIDIN |
1945 – 1973 |
Kepala Desa |
2 |
MISENI |
1973 – 2008 |
Kepala Desa |
3 |
SALIM |
2008 – 2013 |
Kepala Desa |
4 |
NAWARDI |
2013 – 2017 |
Kepala Desa |
5 |
M. SHOHIB |
2017 s/d skrg |
Kepala Desa |
Desa Astapah terdiri dari 2 dusun diantaranya Dusun Bajagung dan Dusun Banbaban. dengan jumlah penduduk 2.888 Jiwa atau 578 KK, dengan Laki Laki sejumlah 1.534 dan Perempuan sejumlah 1.354 .Jumlah Penduduk Menurut Golongan Umur data ini bermanfaat untuk mengetahui laju pertumbuhan penduduk dan mengetahui jumlah angkatan kerja yang ada. Data penduduk menurut golongan umur di Desa Astapah dapat dilihat pada Tabel berikut. dibawah ini
No. |
Umur
(Tahun) |
Jumlah
(Jiwa) |
1. |
0 Bln –
12 Bln |
12 |
2. |
12 Bln –
4 Thn |
62 |
3. |
5
Thn – 9 Thn |
59 |
4. |
10
Thn – 14 Thn |
84 |
5. |
15
Thn – 19 Thn |
126 |
6. |
19 Thn tahun keatas |
1.066 |
Jumlah |
1.409 |
Sumber Data : Data Potensi Sosial Ekonomi Desa/Kelurahan Tahun 2015
Ditinjau dari segi agama dan kepercayaan masyarakat Desa Astapah keseluruhan beragama Islam, dengan rincian data sebagai berikut :
Islam 2.888 orang
Tingkat pendidikan berpengaruh pada kualitas sumberdaya manusia. Proses pembangunan Desa akan berjalan dengan lancar apabila masyarakat memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi. Akses untuk mendapatkan pendidikan cukup sulit karena jarak tempat pendidikan untuk tingkat SMA sangat jauh dengan pemukiman warga, sehingga kalau dilihat dari data statistik masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat merupakan suatu permasalahan yang harus segera dipecahkan terutama dalam membangun kesadaran masyarakat akan arti pentingya pendidikan. Data penduduk menurut tingkat pendidikannya dapat dilihat pada Tabel berikut. berikut :
No. |
Tingkat
Pendidikan |
Jumlah
( orang ) |
1. |
Tidak
Sekolah / Buta Huruf |
381 |
3. |
Tidak
Tamat SD/Sederajat |
95 |
4. |
Tamat
SD / sederajat |
70 |
5. |
Tamat
SLTP / sederajat |
15 |
6. |
Tamat
SLTA / sederajat |
25 |
7. |
Tamat
D1, D2, D3 |
- |
8. |
Sarjana
/ S-1 |
6 |
Sumber Data: Data Potensi Sosial Ekonomi Desa/Kelurahan Tahun 2018
Mata pencaharian penduduk di Desa Astapah sebagian besar masih berada di sektor pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memegang peranan penting dalam bidang ekonomi masyarakat. Data menurut mata pencaharian penduduk dapat dilihat pada Tabel berikut ini :
Tani |
Dagang |
Buruh Tani |
PNS/TNI/Polri |
Swasta |
Lain-lain |
371 |
81 |
230 |
5 |
90 |
100 |
Prasarana dan Sarana Desa
Pembangunan masyarakat desa diharapkan bersumber pada diri sendiri (kemandirian) dan perkembangan pembangunan harus berdampak pada perubahan sosial, ekonomi dan budaya yang seimbang agar dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa menjadi lebih baik.
1. Prasarana kesehatan
Posyandu : 4 unit
Lansia : - unit
Posbindu : - unit
Polindes : 1 unit
Bidan Desa : 1 orang
2. Prasarana Pendidikan
Taman Kanak – kanak / TK : 1 unit
SD / MI : 2 unit
SLTP / MTs : - unit
SLTA / MA : - unit
TPA / TPQ : - unit
3. Prasarana Umum Lainnya
Tempat ibadah : 9 unit
Lapangan Olahraga : 4 unit
Gedung Serba Guna : - unit
Pengelolaan sarana dan prasana merupakan Tahap keberlanjutan dimulai dengan proses penyiapan masyarakat agar mampu melanjutkan pengelolaan program pembangunan secara mandiri. Proses penyiapan ini membutuhkan keterlibatan masyarakat, agar masyarakat mampu menghasilkan keputusan pembangunan yang rasional dan adil serta semakin sadar akan hak dan kewajibannya dalam pembangunan, mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, dan mampu mengelola berbagai potensi sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya.
Hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai kesuksesan dalam tahapan ini adalah:
Swadaya masyarakat merupakan faktor utama penggerak proses pembangunan, Perencanaan secara partisipatif, terbuka dan demokratis sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat dalam merencanakan kegiatan pembangunan dan masyarakat mampu membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk menggalang berbagai sumber daya dalam rangka melaksanakan proses pembangunan, Kapasitas pemerintahan daerah meningkat sehingga lebih tanggap dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, antara lain dengan menyediakan dana dan pendampingan.Keberadaan fasilitator/konsultan atas permintaan dari masyarakat atau pemerintah daerah sesuai keahlian yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam merencanakan kegiatan pembangunan agar masyarakat mampu membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk menggalang berbagai sumber daya dalam rangka melaksanakan proses pembangunan.
Komentar
Posting Komentar